pagi yang aneh…. April 8, 2009
Posted by culassatu in blogs.trackback
hmm… posting kedua ini agak2 curhat nih.
Kebetulan sekali, tadi pagi berangkat dengan kondisi tubuh yg tidak begitu fit alias sedikit mengantuk, gara2 nonton liga champion kemarin malam. Sebenarnya ngga apa2 sih, mengemudikan si belalang tempur dengan kecepatan biasa aja, ngga ngebut2 banget kok. Tp emang bisa dibilang, rada-rada sedikit kurang fokus, dalam artian kurang merencanakan dengan matang gerakan2 berikutnya *kayak maen catur aja*. Walhasil, di simpang dago, ketika si belalang tempur sedang melaju agak kencang, tiba2 motor di depan memperlambat kecepatan, padahal lampu masih hijau cenderung kuning (gimanaaaaa juga cobaaa???). Dan sialnya lagi, si motor itu memperlambat motornya sampai berhenti di tengah2 jalan (kalo bahasa sunda nya mah ngahalangan wae ateeeuuuhhh). Karena lampu sudah kuning ketika mendekati simpang padahal kecepatan masih tinggi, riskan sekali kalo ngerem, ditambah si motor di depan selalu menutup jalan si belalang tempur untuk bermanuver. Walhasil saya memaksakan untuk menerobos lampu merah, dengan pertimbangan apabila saya mengerem juga, berhentinya pasti di tengah-tengah. Apa mau dikata, ketika di depan McD ternyata ada seorang polisi yang sedang mengawasi jalan. Dan…. karena si belalang tempur sudah melambat, polisi tersebut dengan mudahnya mencegat saya dan menggiring saya ke pinggir jalan……
Kemudian, seperti biasa, pak polisi marah2 sambil melotot. Berikut petikan dialog antara saya dan pak polisi:
PakPolisi : “kamu ngga liat ya lampu udah merah tapi maen terobos aja”
Eja : “waduh pak, tadi waktu mendekati simpang sebenernya masih kuning, tapi saya dihalangi oleh motor di depan, kalo saya ngerem, nanti bisa nabrak, jadi saya putuskan untuk berkelit dan menerobos pak”
PakPolisi : “ah masa sih? saya lihat kamu menerobos lampu merah. itu saja”
Eja : “tapi pak…. tapi pak… tapi pak…..”
PakPolisi : “……………….. (sambil melotot dan berpangku tangan)”
Eja : “errrrr……. oke deh pak, saya mengaku salah. Saya memang menerobos lampu merah”
PakPolisi : “bagus. Skarang, tunjukkin SIM dan STNK nya”
Eja : “lengkap pak…. (sambil menyerahkan kedua surat penting tersebut”
PakPolisi: “oke kalo gitu, sidang tanggal 17 ya, STNK sama SIM saya bawa”
Eja : “waduh pak lama banget. ada prosedur lainnya kah? biar ngga usah lama2 gitu?
PakPolisi : “kalo gitu silahkan anda ke BNI cabang naripan, dan transfer denda sebesar 35 ribu rupah”
Eja : “waaa? emang bisa ya pak? legal gituu?”
PakPolisi : “iya benar bisa kok. silahkan anda bawa kwitansi transfernya. utk sementara SIM dan STNK saya tahan.”
Eja : “waaaa jangan pak. saya butuh sekali nih. Ada cara lain gitu pak? yang cepat?”
PakPolisi :”ada. bisa dititipkan pada saya.”
Eja : “benar pak?”
PakPOlisi : “iya. nanti saya yang urus. kwitansinya silahkan ambil”
Eja : “waaa ok deh pak kalo gitu (sambil menyerahkan uang 35 ribu TERAKHIR yang ada di saku celana)
Pak Polisi : “ya sudah, lain kali hati2 ya”
Eja : “oke pak”
Petikan dialog diatas diambil ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 07.45 WIB. Sayang sekali saya tidak mengambil kwitansi transfer yang diberikan si Pak Polisi, padahal bisa jadi bukti ya. Yang jadi masalah, apakah hal uyg baru saja saya alami itu melanggar hukum? Bukan masalah menerobos lampu merah nya, tetapi mempercayakan pembayaran kepada Pak Polisi. Dilihat dari penampilan dan tutur katanya, beliau mungkin Polisi yang cukup berdedikasi. Tp siapa tau? Jadi……. saya sudah melaksanakan kewajiban karena melanggar hukum dengan membayar denda, tetapi……. apakah metode pembayaran seperti itu tepat? Benarkah uang pembayaran itu dijadikan pembayaran denda oleh Pak Polisi? Apakah Pak Polisi itu menggunakan uang itu untuk kepentingannya sendiri? Saya tak tahu. Tp, apapun yang dilakukan oleh Pak Polisi itu, semoga hal itu menjadi yang terbaik, itu saja.
Oh ya, mulai sekarang jangan menyetir lagi dalam keadaan tidak fokus ah, biar ngga terulang lagi kejadian aneh ini….. ;-p
eja…eja… kamana wae sih panonna mun naek motor
hehehe…
btw, kumaha yeuh kabar tim KC+? karumpul yuu?