jump to navigation

Tulisan zaman muda… January 28, 2011

Posted by culassatu in Uncategorized.
trackback

Copy paste dari blog fs… lucu jg baca tulisan zaman muda dulu, hehehe… :D

 

kisah kasih……

Sebut saja namanya “Mawar”, bukan nama sebenarnya. Pada kenyataannya, “Mawar” merupakan seorang gadis yang menarik. Secara fisik, dia adalah seorang gadis dengan paras yang boleh dikatakan cukup bisa menarik perhatian para “kumbang” a.k.a laki-laki. Kulit yang terawat serta mata yang indah dan bening pasti jadi santapan mata kaum lelaki, belum lagi ditambah dengan senyuman manis dari bibir tipisnya, dengan mudah akan meluluhkan hati setiap laki-laki yang bertatap muka dengannya. Ditambah dengan sikap ramah dan bersahabat, “Mawar”memiliki hampir semua kriteria yang diinginkan oleh kaum lelaki. Dan saat ini, “Mawar” sedang menjalin tali kasih dengan seseorang yang berada jauh dari tempatnya sekarang.

Sebut saja namanya “Kampak”, bukan nama sebenarnya. “Kampak” merupakan seorang lelaki yang memiliki rasa kesetiakawanan tinggi serta dapat diandalkan. Dia juga sangat memperhatikan hal-hal kecil,  sehingga teman-temannya selalu mencari dia hanya untuk sekedar mencari inspirasi. Dengan ketegasannya, “Kampak” dapat memberikan perasaan tenang kepada teman-teman yang meminta solusi kepada dia, terutama apabila masalahnya berkaitan dengan cinta. Saat ini, “Kampak” tidak memiliki seorang kekasih. Dia masih mencari pasangan yang menurutnya serasi untuk dia.

Dan sekarang, takdir mempertemukan mereka berdua. Mempertemukan mereka berdua di dalam suatu hubungan “persahabatan”. Dilabeli “persahabatan” karena hubungan “Mawar” dan “Kampak” lebih dari sekedar persahabatan dua orang manusia biasa. Di awal kedekatan mereka, “Mawar” sudah memberitahu “Kampak” bahwa dia sudah memiliki kekasih yang berada di seberang sana. “Kampak” pun merasa bahwa hal tersebut bukanlah suatu masalah. Tetapi seiring berjalannya waktu, perasaan seseorang memang tidak bisa diprediksi. Hubungan mereka berdua yang seharusnya berjalan seperti persahabatan biasa, mulai berubah. “Mawar” mulai merasakan ketergantungan terhadap “Kampak”, sementara “Kampak” sendiri mulai bersikap posesif kepada “Mawar”. Kemudian waktu berlalu, perasaan-perasaan itu semakin tumbuh. Sampai pada akhirnya “Mawar” menyadari bahwa dia telah menyakiti hati kekasihnya yang jauh, sehingga memutuskan untuk menjaga jarak dengan “Kampak”. Di lain pihak, “Kampak” merasa bahwa hubungan dia dengan “Mawar” sudah lebih dari sekedar persahabatan, jadi dia putuskan untuk mengutarakan perasaannya kepada “Mawar”. Jadi, pada suatu kesempatan, bertemulah mereka berdua. Pada kesempatan itu, masing-masing mengutarakan keinginannya, kemudian keduanya kaget karena reaksi dari pihak lain tidak seperti apa yang mereka harapkan. “Mawar” kaget karena “Kampak” memiliki perasaan kepadanya serta memintanya untuk memutuskan kekasihnya dan bersama “Kampak”, sementara ” Kampak” juga kaget karena “Mawar” meminta jarak di antara mereka. Pada akhirnya pertemuan tersebut berujung kepada pertengkaran keduanya, yang diakhiri dengan berakhirnya suatu hubungan persahabatan.

Oke, sepenggal cerita diatas merupakan cuplikan dari kejadian nyata, kejadian yang dialami banyak orang, bahkan menurutku hampir semua orang pernah merasakannya, baik di posisi laki-laki maupun perempuan nya. Ironis memang, bahwa suatu hubungan persahabatan harus diakhiri oleh suatu kesalahpahaman. Tunggu dulu, kesalahpahaman? Benarkah begitu? Mungkin teman2 cewek bakal berpendapat bahwa “Lha, itu mah ya salah cowoknya, kan udah dibilangin dari pertama kalo si cewek udah punya pacar, tp cowoknya aja yang masih ngarep”. Sedangkan teman2 cowok bakal berpendapat “Lha kalo dia udah punya pacar kenapa dia jadi tergantung sama si cowok? Bukannya itu jadi tanda kalo dia udah ngga cinta en butuh lagi ama pacarnya, tapi lebih membutuhkan si cowok, makanya si cowok nekat maju en nyatain”. Hehehe. Kalo menurut aku, di dalam masalah ini kedua pihak tidak ada yang 100 persen benar maupun 100 persen salah. Maksudnya, kedua pendapat tadi bisa benar tapi bisa juga tidak. Hal ini dikarenakan di dalam permasalahan yang menggunakan hati seperti ini, tidak ada standard pengukuran benar atau salah. Yang ada hanyalah perasaan empati serta membayangkan apabila kita berada di posisi si cowok maupun si cewek. Jadi untuk masalah seperti ini, sulit sekali menemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Jadi, benarkah tidak ada solusinya? Bagaimana bila kita mengalami peristiwa tersebut? Well, meskipun sangat sulit menemukan solusinya, klo menurut aku sih lebih baik mencegah jangan sampai kejadian tersebut terjadi. Caranya bagaimana? Well, dengan lebih memahami karakter seseorang, mungkin kita bisa lebih memiliki informasi sehingga kita bisa menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Untuk kasus diatas, mungkin kedua belah pihak tidak atau belum mengenal sifat dasar atau nature dari pihak lainnya. Akhirnya berakhir seperti ini. Gimana cara mencegahnya? Hmm…. sedikit saran dariku, soal sifat dasar dari cowok dan cewek, mudah2an bisa membantu. Hmm… dimulai dari cewek dulu ya. Berdasarkan pengamatanku, cewek memiliki sifat ingin diperhatikan. Jadi bila mengacu kepada kasus diatas, “Mawar” merasa mendapatkan perhatian dari “Kampak” sehingga dia merasa menemukan “pengganti” pacarnya yang bisa memperhatikan dia. Tidak ada yang salah dengan hal ini, karena itu memang wajar. Tetapi hal ini dibiarkan berlarut2 oleh “Mawar” sehingga akhirnya dia memiliki ketergantungan terhadap “Kampak”. Di sisi lain, cowok memiliki sifat pencari celah, yaitu selalu mencoba memaksimalkan peluang sekecil apapun yang ada. Yah, istilah lainnya sih kucing garong mungkin yah, selalu mencaplok kalo udah dikasih ikan asin. Untuk kasus “Kampak”, dia tidak mengindahkan fakta bahwa “Mawar” sudah punya pacar karena dia melihat dia memiliki peluang. Akhirnya terjadilah kesalahpahaman itu.

Pertanyaannya sekarang, apa yang harus dilakukan agar terhindar dari kejadian seperti contoh kasus diatas? Apakah cowok dan cewek tidak bisa menjadi sahabat? Hmm…. pertanyaan sulit, dan jawabannya juga sulit, karena relatif dan bermacam2. Tp secarra pribadi sih menurutku, terlepas dari segala apa yang ada, bisa2 aja tuh, selama hubungan itu dijaga agar tetap proporsional, tidak lebih dan tidak kurang. Dan untuk menghindari kasus diatas, saranku sih buat cewek, bagusnya lebih menjaga perhatian dan sikap. Kalo care ama sahabat cowok itu bagus, tp teteup harus proporsional. Trus jgn sampe jd terlalu tergantung sama seorang cowok(selain pacar) deh, bisa2 si cowok menganggapnya lain. Dan untuk para cowok…… well, what can i say? :) Kita memang ditakdirkan menjadi buaya dan kucing garong, huehehe. Tp teteup, klo pengen sahabatan sama cewek, harus tulus, jangan ada maunya. Kalo emang suka ya bilang aja di awal, jadinya ngga salah paham nantinya kan…… :)

Well segitu dulu aja ya. Perlu diketahui, tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan salah satu pihak (cowok maupun cewek), tapi semoga bisa menjadi inspirasi bagi orang2 yang sudah pernah, sedang, ataupun memiliki kecenderungan untuk mengalaminya :) Trus, kalo anda semua penasaran apakah cerita itu merupakan pengalaman pribadi aku atau bukan, well…… hmm…… tebak sendiri aja ya….. ;p

Cheers!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.